Kamis, 22 Mei 2014

Mengenai Shalat Jum'at ( Antara Sunnah Vs Bid'ah )

Jika kita melihat pada masa sekarang mengenai hal Pelaksanaan shalat Jum'at, maka kita hanya akan berkata " Ya memang dari kecil diajarin kek gini ama guru dan orang tua  saya ", 
tanpa mau mencari lebih jauh perihal Shalat Jum'at secara Sunnah Nabawi..

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (Qur’an  2:170).
Apakah antum pada ingin tahu antara Sunnah Vs Bid'ah yang umum ummat lakukan saat shalat jum'at
Berikut merupak hal- hal yang perlu kita ketahui tentang shalat jum'at, diantara nya :

Senin, 28 April 2014

5 Besar Hasil Karya Paint Siswa 4 PC


Seluruh kelas telah menyelesaikan tugas mereka untuk project Aplikasi desain gambar dasar, dengan tema lingkungan hidup. Dimana tujuan dari pengumuman hasil karya ini untuk lebih memotivasi mereka dalam berkarya serta lebih mencintai seni teknologi dan tentu saja lingkungan sekitar yang wajib di jaga dan di lestarikan. Jadi tanpa basa basi lagi, langsung saja ditampilakan 5 ( lima ) besar hasil karya siswa 4 PC di halaman posting blog keren ini...heheheh cekidot :

Sabtu, 19 April 2014

Adab Adab Bertanya bagi Penuntut Ilmu

Dari Katsir bin Qais, dia berkata : “Ketika aku sedang duduk disebelah Abu Darda’ di Masjid Damaskus. Tiba – tiba datang seorang laki – laki kepadanya, lalu laki – laki itu berkata : “Wahai Abu Darda’, Aku datang kepada mu dari kota Madinah –kota Madinah Rasulullah- untuk keperluan sebuah hadits yang sampai kepada ku bahwa engkau pernah meriwayatkan nya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.”
Abu Darda’ berkata : “Apakah kamu datang (sekalian) untuk berdagang?”
Dia menjawab : “Tidak”
Abu Darda’ berkata lagi : “Apakah kamu datang (sekalian) untuk keperluan selain itu?”
Dia (laki – laki itu) menjawab : “Tidak”
Abu Darda’ berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap – sayap nya. Karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang menuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada didalam air. Sesungguhnya keutamaan seorang alim (ulama) dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para Ulama adalah pewaris para Nabi. Dan Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” 

Ada beberapa keadaan yang berkaitan dengan masalah bertanya kepada ahli ilmu. 
Tentu manusia butuh untuk bertanya, namun pertanyaan ini bisa bermacam-macam keadaan.
Keadaan yang berkaitan dengan penanya, serta keadaan yang berkaitan dengan orang yang ditanya.

Adapun bagi penanya, hendaknya ia memperhatikan adab-adab sehingga orang yang ditanya dapat menjawab dengan jawaban yang pas dan benar -Insya Allah-. Oleh karena, wajib bagi penanya untuk memperhatikan beberapa adab-adab dalam bertanya, mau tahu ini lah dia diantaranya adalah:

Sabtu, 08 Februari 2014

Benarkah Bangsa Indonesia ( Khususnya Suku Jawa ) Keturunan Langsung dari Nabi Ibrahim

Tatkala Nabi Ibrahim a.s. telah dekat akan wafat, dipanggilnyalah sekalian puteranya untuk menyampaikan wasiatnya: Putera beliau yang terkenal ialah Nabi Ismail a. s. dan Nabi Ishak a. s.. Ibu Ismail ialah Hajar. Ibu Ishak ialah Sa­rah. Tersebut juga bahwa ada lagi isteri beliau yang ketiga, bernama Katura. Dari Katura ini beliau beroleh putera Zimram, Yoksan, Medan dan Madyan, Isbak dan Suah.

Di antara cucu-cucunya yang telah besar di waktu beliau akan wafat itu ialah Nabi Ya'qub a.s. anak Nabi Ishaq a.s.. Nabi Ya'qub a.s. pun turut hadir dikala Nabi Ibrahim a.s,akan melepaskan nafasnya yang penghabisan. Maka kepada anak - anak dan cucu itu lah beliau pesankan wasiat terakhir, yaitu supaya mereka semuanya menyerahkan diri kepada Allah ( Muslimun ),jangan mempersekutukan yang lain dengan Dia, dan jangan menyembah berhala, sesuai dengan tafsir Surat Albaqara Ayat 132 - 134.

Jumat, 27 Desember 2013

Renungan Akhir Tahun


Sebuah perenungan bagi kita diakhir tahun untuk melakukan sedikit muhasabah diri, agar kiranya ditahun depan hati menjadi lebih baik dan dan lebih termotivasi di dalam melakukan kebaikan demi mencari ridha Allah Swt.

1. Ketika Kamu sedang melakukan kedurhakaan atau dosa.

Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Kamu. Akibatnya, Kamu akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

Jumat, 18 Oktober 2013

Cacian Para Munafiqun Terhadap Ummulmukminin Aisyah Ra

Kaum Munafiqun senantiasa menjejalkan propaganda-propaganda persatuan Islam. Misalnya dengan menggunakan slogan-slogan Darut Taqrib, Risalah Amman, fatwa Syaikh Al Azhar, dan sebagainya. Namun, slogan-slogan itu sepertinya hanyalah bagian dari tindakan taqiyah ( Berbohong ) untuk menghancurkan Islam.

Seperti mencela isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ummul Mukminin ‘Aisyah ra adalah diantara shahabiyah yang paling dibenci oleh Para Munafiqun, seperti kata mereka :.

“Aisyah itu sangat pencemburu, kalau mau mencontoh istri yang pencemburu contohlah Aisyah,”

mereka menyebut Aisyah adalah pencemburu yang membuat makar... Selanjutnya mereka berkata :

Rabu, 16 Oktober 2013

Hadits- Hadits Lemah dan Sahih Seputar Kurban


Termasuk musibah besar yang menimpa kaum muslimin, adalah tersebarnya hadist-hadist yang dhaif  bahkan maudhu (palsu) di kalangan mereka. Hal ini tidak terkecuali, sampai-sampai diantara para ulama’ mereka, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala,  diantara imam-imam hadist dan para kritikus hadist, seperti Al-Bukhari, Ahmad, Ibnu Ma’in, Abu Haatim, Ar-Raazy dan lalinnya.

Hadist-hadist tersebut tersebar dalam berbagai perkara, baik dalam perkara aqidah ataupun syari’at. Akan tetapi dengan kekuasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hikmah-Nya, Dia tidak membiarkan hadist-hadits itu beredar di kalangan umat dengan tanpa kritik dari orang-orang yang membukakan kedoknya dan menerangkannya kepada manusia. Mereka itulah imam-imam ahli hadist yang mulia, pembawa panji-panji sunnah nabawiyah, yang didoakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan sabdanya:

نَضَّرَ اللهُ اَمْرَأ سَمِعَ مَقَالَتِى فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبِلَّغَهَا فَرُّبَّ حَامِلِ فَقْهِ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ
Mudah-mudahan Allah membaguskan wajah sesorang yang telah mendengar ucapanku, kemudian memahaminya, menjaganya (menghafalkannya) dan menyampaikanya. Alangkah banyaknya pembawa ilmu (membawa) kepada orang yang lebih berilmu darinya.

Termasuk di dalam masalah qurban ini, tidak luput dari beredarnya hadist-hadist dha’if dan palsu. Maka disini kami sebutkan beberapa hadist dhaif seputar qurban yang sering beredar di kalangan kaum muslimin,  yang kami kumpulkan dari  Kitab Silsilah al-Ahaadist adh-Dha’ifah karya Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله sehingga kita tidak terkena ancaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam hadistnya :
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمَّدًا فَلْيَتَبُوأَ مُقْعَدَهُ مِنَ النّاّرِ
Barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.  (Hadist Mutawtir).

Berikut Adalah Beberapa Hadits Tersebut...
ans!!